Merayakan Satu Semester

Bulan ini, Rafika genap enam bulan usianya. Satu semester. Alhamdulillaah lulus menjalani program ASI Eksklusif tanpa ada drama yang berarti. Tidak banyak sakit. Tidak ada drama kuning. Tidak ada drama garis merah. Dan tidak ada drama rewel parah. Alhamdulillaah tsumma alhamdulilaah.

Ya, saya bersyukur sekali diberikan kemudahan Allaah swt untuk merawat Rafika. Mulai dari Dek Zahra yang langsung deras ASI-nya meski persalinannya dengan sectio caesaria. Biasanya, ibu pasca persalinan dengan sectio caesaria harus menunggu beberapa hari supaya ASI-nya bisa mengalir deras. Lalu, ditunjukkan cara menggendong pakai jarik yang nyaman oleh Tim Sanggar ASI. Sekaligus, kami diajari cara memberikan ASIP dengan berbagai medianya. Keterampilan di atas sangat membantu kami yang notabene adalah keluarga muda dengan anak pertama dan hidup sendiri sejak hari pertama Rafika lahir.

Entahlah, mungkin kemudahan yang Allaah swt berikan kepada kami adalah ganti dari ujian yang diberikan pula kepada kami. Allaah swt memberikan ASI yang deras meski persalinan dengan sectio caesaria karena perjuangan Dek Zahra menerima sakit karena kontraksi yang tidak merata hampir satu bulan lamanya. Ditambah juga harus menahan sakit pasca operasi sampai seminggu lamanya.

Allaah swt berikan kemudahan kepada Rafika untuk tumbuh dengan cepat, berat badannya tidak pernah tumbuh melambat, karena terbatasnya ASI yang bisa kami berikan. Ya, sejak usia sepuluh hari, Rafika harus belajar untuk bisa minum ASIP dengan berbagai medianya. Tentu, minum ASI secara langsung jauh lebih baik secara kualitas maupun kuantitas dibandingkan dengan minum ASIP dengan media sebaik apapun. Namun, alhamdulilaah Rafika tidak pernah kekurangan.

Allaah swt berikan kemudahan kepada kami untuk belajar cara menggendong, cara memberikan ASIP, dan hal detail lainnya yang tidak pernah terbayang saat Rafika belum lahir. Hal ini karena Allaah swt akan memberikan amanah kepada kami untuk mobilitas tinggi. Sehingga menjadi penting untuk tahu bagaimana menjaga Rafika tetap aman dan nyaman mengikuti kegiatan kami.

Usia sepuluh hari, Rafika ikut pergi ke kampus menggunakan sepeda motor. Usia satu bulan Rafika pergi ke Purwakarta mendampingi kami mengisi acara menggunakan mobil. Usia dua bulan, Rafika pulang ke Solo menggunakan bus kota. Dan usia tiga bulan, Rafika kami bawa ke Solo menggunakan sepeda motor. Dan sampai hari ini, kemanapun kami pergi, Rafika sudah biasa ikut, tidak rewel, dan tidak sakit. Bahkan, mulai usia enam bulan ini, Rafika harus ikut kami setiap hari untuk bekerja di kantor atau ikut Dek Zahra ke kampus bergantian. Alhamdulillaah tsumma alhamdulilaah.

*****

Saya merasa sangat bersyukur melihat Rafika tumbuh dan berkembang dengan baik. Apalagi, saya merupakan mahasiswa kedokteran yang notabene pernah menyaksikan betapa beratnya orang tua yang diberikan ujian pada anak-anaknya. Ada yang lahir dengan cacat bawaan. Ada yang lahir normal namun kurang sehat. Ada yang lahir normal dan sehat tapi harus menjalani perawatan karena menguning. Ada lahir sehat dan normal, namun tidak tumbuh dengan baik. Ada yang tumbuh dengan baik, namun mengalami sakit yang berat. Dan seterusnya, berbagai cobaan dan ujian Allaah swt berikan kepada setiap orang tua.

Dan saya begitu bersyukur, Rafika tidak pernah mengalami hal-hal tersebut. Tidak ada sakit kuning, tidak ada alergi, tidak ada berat badan kurang, tidak ada terlambat berkembang, dan hal sejenisnya. Barangkali, memang Allaah swt sudah mengatur dan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan orang tua. Mereka yang diuji dengan anaknya yang kurang sempurna, pastilah karena mereka mampu menghadapinya. Mereka yang diuji dengan anaknya yang sakit berat, pastilah karena mereka memang mampu mengatasinya. Belum tentu, kami siap menerima ujian yang Allaah swt berikan pada mereka.

Ujian kami adalah ujian kesabaran menanti persalinan yang tidak maju-maju selama hampir sebulan. Ujian kami adalah siap menerima kata-kata judgement karena persalinan dengan sectio caesaria. Ujian kami adalah harus memberikan ASIP sedini mungkin kepada Rafika. Ujian kami adalah harus segera beranjak, mobile, untuk menyelesaikan urusan-urusan lain yang lebih urgen. Ujian kami adalah saling mendukung satu sama lain agar Dek Zahra tetap dapat koass, Rafika tetap tumbuh kembang dengan baik, dan saya tetap bisa menafkahi keluarga sambil tetap menyelesaikan studi.

Sungguh benar firman Allaah swt yang menyatakan,

Tidaklah Allaah swt memberikan beban (amanah/ujian) kepada seseorang melainkan sesuai dengan (kadar) kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah ayat 286)

Dan di sinilah kami sekarang, enam bulan sudah terlewati. Sungguh, sebuah pembelajaran yang berharga bagi kami semua. Dan kelak, ini akan menjadi cerita bagi adik-adiknya Rafika, bagi cucu-cucu kami dari keturunan Rafika, dan bagi Rafika sendiri, agar ia mengingat betapa ia dilahirkan dalam kondisi orang tuanya yang masih sulit untuk membentuk dirinya menjadi wanita yang tangguh dalam perjuangan dakwah umat ini.Selamat menyambut semester berikutnya untuk kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *