Memberi Ruang

Entah sejak kapan, saya tidak suka lagi main game di HP. Bahkan kadar tidak sukanya sampai tidak suka melihat orang di dekat saya main game. Apalagi kalau ia anak-anak atau orang dewasa yang sedang berbicara dengan saya. Bagi saya, main game hanyalah buang-buang waktu, tenaga, dan pikiran, sedangkan masih banyak amal shalih lain yang bisa dikerjakan.


Somehow, ketidaksukaan saya sering berbenturan dengan kesukaan Mas Fahmi. Mas Fahmi suka sekali sepakbola. Sayangnya sejak pandemi, tidak ada lagi sarana untuk bisa main bola sungguhan. Bahkan di awal pandemi dulu, nonton pertandingan bola saja tidak bisa karena memang tidak ada. Jadilah pelampiasannya adalah dengan main PES atau play evolution soccer di HP.


Saking banyaknya waktu luang dan waktu bersama, rasanya, di mata saya, sepanjang hari kegiatan Mas Fahmi hanya main game saja. Praktis, kerjaan saya sepanjang hari cuma marah-marah saja. Sampai terkadang di puncak-puncak kemarahan itu, ingin sekali saya banting HP Mas Fahmi.


Kemarahan itu terus membara, sampai saya membaca post instagram Ust. Salim A Fillah tentang tips istri disayang suami. Dalam carousel tersebut, Ust. Salim (atau adminnya saya tidak tahu, karena bahasanya terlalu gaul) menjelaskan pentingnya memberi ruang hobi pada suami.


“Karena boys will be boys”


Seshalih apapun, laki-lakinya tetap perlu ruang untuk mengerjakan hobi. Begitulah cara mereka menjaga kasih sayang untuk keluarga. Jika terlalu akrab dan mesra, hatinya justru bisa tumbuh menjadi keras dan kasar. Para suami, rupaya memang butuh jeda. Untuk diri dan kesenangan mereka sendiri. Hal ini, nyatanya dapat membuat cinta dan kasih sayang pada anak-istrinya meluap-luap.


“Ah, kuman di seberang lautan memang selalu tampak lebih besar.”


Kemudian saya ingat-ingat lagi. Saya resapi lagi. Oh iya, meski Mas Fahmi main PES lebih sering dari biasanya, pekerjaannya tidak pernah terganggu. Di depan Rafika, HP ia letakkan. Setiap pagi dan sore tetap mengajak Rafika jalan-jalan. Tidak jarang menyiapkan makan sekaligus menyuapi Rafika. Menerima setoran tahfidz jalan terus. Bersih-bersih tetap rajin. Mencuci baju selalu ia lakukan sebelum baju kotor menumpuk banyak. Sering juga memasak dan menyiapkan makan bagi kami seorang diri. Komunikasi dengan saya tetap baik bahkan jauh lebih baik dibanding ketika sebelum pandemi. Mengikuti kajian dan muroja’ah tetap jalan. Dan dengan kegiatan yang amat santai begitu, nafkah tidak pernah kurang dan bahkan melimpah.


Astaghfirullaah. Astaghfirullaah. Rupanya saya telah jatuh dalam sikap “suka membulatkan”. Kata John Gray dalam bukunya Men are From Mars Women are From Venus, 


“perempuan itu jika melihat sebuah kesalahan pada pasangannya, akan menganggapnya sebuah kegagalan.”


Satu kesalahan yang dilakukan seorang suami dapat meluruhkan seluruh kebaikan yang telah ia lakukan. Rupanya sifat semacam ini memang telah disuratkan sejak lama, hingga Rasulullaah SAW mengatakan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah perempuan,


“Karena mereka mengingkari (kebaikan) suami, mereka mengingkari kebaikan (orang lain). Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka bertahun-tahun lamanya, kemudian mereka melihat darimu sesuatu (satu kesalahan), maka mereka mengatakan, ‘Tidaklah aku melihat satu kebaikan pun darimu sama sekali’

HR Bukhari dan Muslim

Astaghfirullaah. Pada akhirnya saya sadar, terlalu egois jika tidak memperbolehkan suami main game. Barangkali memang ia sedang penat dan bosan. Saya berusaha berdamai dengan keadaan semacam ini. Sembari terus menjalankan strategi supaya tetap produktif dan tidak jatuh dalam kesia-siaan. Apalagi ini adalah waktu luang yang amat berharga untuk entertain diri sendiri. Kalau sudah internship dan saya masuk koass, apalagi jika lanjut studi dan bekerja kelak, tentu waktu seperti ini tidak terulang lagi. Semoga menjadi jeda yang mengisi tangki kebahagiaan dan semangat, hingga kelak ketika tiba masanya bersibuk-sibuk, tetap dapat mengatur mood dengan sempurna.

Semoga Allaah senantiasa jaga kita dari hal yang sia-sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *