Kaca yang Berdebu

Assalaamu’alaikum, suamiku. It has been two months but call you ‘suamiku’ is still a bit challenging. Karena bahkan ketika kita saling bersama, di otakku kamu masih orang yang sama, yang menjadi sopir kami ke Wonogiri. Sekarang pun kamu masih tetap menjadi sopir juga sih, tapi sopir bahtera rumah tangga kita. Kira-kira begitulah penggalan awal surat […]

Read More

Menyatukan Umat Lewat Keluarga

Kurang lebih sepuluh hari sudah saya dan Zahra resmi menjadi pasangan suami-istri. Ada hal-hal baru yang saya pelajari dalam kehidupan semi-rumah tangga ini. Saya katakan semi karena pada hakikatnya, kami belum berumahtangga secara utuh, kami masih ingin pacaran dulu dan menikmati masa-masa awal pernikahan. Memang benar kata orang, bahwa menikah itu jika tepat waktu dan […]

Read More

Berjamaah Membangun Umat

Membaca beberapa tulisan Zahra di blog kami dalam rangka menyambut pernikahan kami rasanya agak sedikit lebay. Saya ber-husnudhon itu adalah doa dan harapan darinya untuk saya, jadi saya aamiiin-kan saja doanya. Dari sekian poin yang ditulis Zahra, saya sangat tertarik dengan visinya tentang membangun peradaban umat Islam. Jadilah, tulisan ini sebagai respon atas tulisannya. Sebelum […]

Read More

Tampak Kotor, Bersih Hakikat

Kurang lebih dua minggu menjelang hari akad, program beasiswa belajar saya di Pare selesai sudah. Saya memutuskan untuk pulang lebih cepat demi menghadiri wisuda kakak (kembaran) saya. Akhirnya, saya dan adik saya pulang berdua larut malam berboncengan sepeda motor. Perjalanan sepertinya akan berjalan lancar tidak seperti sebelumnya. Pertama kali saya menempuh perjalanan Pare-Solo ditemani dengan […]

Read More