Tak Henti Berharap

Hari ini, tepat setahun yang lalu, saya datang ke rumah Dek Zahra selepas dhuhur. Dalam perjalanan, di tengah gerimis hujan, yang katanya menjadi waktu mustajab, saya merapal doa semoga diberikan solusi yang terbaik. Ya, boleh dibilang jika pernikahan saya dengan Dek Zahra disebabkan karena “kecelakaan”, married by accident. Kecelakaan yang kemudian menimbulkan keramaian dalam lingkaran […]

Read More

Media Sosial dan Catatan Amal Kita

Kadang saya suka sebal jika melihat Dek Zahra asyik dengan Xiaomi-nya¬†sambil ketawa sendiri. Saya sedikit kurang suka karena biasanya dia sedang scrolling timeline sambil nonton video atau kiriman lucu dari teman-temannya. Biasanya saya cuma menegur dengan menyindir, “Kuotanya sisa berapa ya? Bulan ini masih panjang lho.” Atau dengan cara, “Suaminya di sini lho, kasihan banget […]

Read More

Grup Isi Berdua

“Sayang, kita bikin grup WA berdua aja, yuk.” Kata Dek Zahra ketika awal nikah dulu. Saya langsung berpikir, ini orang sakit apa ya. Kalau cuma berdua ngapain juga pakai grup. Chat langsung kan juga bisa. “Yaaa…? Yaaa…? Nanti Mas Fahmi bakal tau gimana manfaatnya.” Lanjutnya sambil merajuk. Menatap matanya yang begitu, saya pun luluh. Segera […]

Read More

Mewariskan Keturunan

Dulu, sebelum menikah, saya diajarkan bahwa salah satu tujuan dari pernikahan adalah mewariskan keturunan, lebih tepatnya keturunan yang terbaik. Maka, konsekuensinya, setiap mereka yang menikah tentu segera ingin memiliki anak. Wajar, jika kemudian para pengantin baru bertemu keluarga besar selalu ditanya, “Gimana? Sudah isi belum?” “Sudah berhasil belum?”, dan berbagai pertanyaan sejenis lainnya. Kadang, pertanyaan […]

Read More