Atas Nama Iman

Seseorang pernah bertanya, bagaimana cara saya mengatur urusan domestik tanpa menghabiskan banyak waktu. Jujur, saya butuh waktu yang sangat lama untuk memikirkan jawabannya. Karena sejujurnya, saya pun masih belajar untuk itu. Dan saya kira, daripada mengerti teknis bagaimana caranya, jauh lebih penting membangun paradigma dalam mengerjakan urusan domestik tersebut. Kenapa begitu? Karena urusan teknis itu […]

Read More

Mr. Rempong

Ada sebuah kebiasaan baik Mas Fahmi yang bagi saya, terkadang menjengkelkan. Yakni ke-rempongan-nya atas segala sesuatu. Ya, segala sesuatu. Kalau biasanya perempuan yang rempong dan cerewet, dunia kami berbeda. Mas Fahmilah yang justru begitu. Ia sangat rempong dan cerewet urusan kebersihan. Misal urusan menyapu lantai. Kalau ada sedikit saja bagian yang kurang bersih atau masih […]

Read More

Ramadhan yang Aku Damba

“Kalau kamu puasa tapi masih lapar dan haus, itu artinya puasa kamu belum benar” Kata-kata di atas terlontar dari lisan seorang Guru Besar Fakultas Filsafat UGM bernama Almarhum Prof. Damardjati Soepadjar, kala berkunjung ke rumahnya untuk mengambil data penelitian. Saat itu kami sedang membahas folosofi penataan kota Yogyakarta yang ternyata begitu Islami.  Diskusi bergulir begitu […]

Read More

Yang Hilang dan Yang Datang

Suatu hari, murobbi saya pernah bertanya, “Bagaimana perasaanmu kalau ditinggal oleh orang tercinta?” Kala itu, hampir semua orang menjawab mereka akan sedih beberapa hari dan mungkin merasa sangat merana di awal-awal kehilangan. Barangkali, dulu saya masih begitu ‘logic‘, dan menurut logika saya waktu itu, untuk apa bersedih untuk orang yang memang sudah ditakdirkan pergi? Surprisingly, […]

Read More