Kaki Tangan Semesta

Meskipun sudah meniatkan diri untuk bersiap menikah, tapi saya tidak pernah menyangka akan secepat ini menjalani proses pernikahan. Bayangan saya, paling tidak, saya akan menikah akhir tahun 2017 setelah wisuda dan masuk ko-ass. Tapi ternyata Allaah menginginkan saya menikah lebih cepat, bahkan sebelum saya seminar proposal skripsi. Allaah begitu mudah menggerakkan hati Abah yang tadinya […]

Read More

Catatan Pasca Karantina Tahfidz #4

“Apabila ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta, dan apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari-lari kecil.” (HR. Bukhari, Ahmad, Tarmidzi)             Seperti yang saya bilang di tulisan sebelumnya, 30 hari di karantina tahfidz […]

Read More

Catatan Pasca Karantina Tahfidz #3

            Sebelumnya, saya ingin mempersilakan pembaca untuk terlebih dulu membaca serial Catatan Pasca Karantina Tahfidz di sini dan di sini untuk memberi gambaran yang lengkap. Sebenarnya saya sangat ingin menuliskan tulisan ini sejak lama, tapi ternyata hikmah karantina tahfidz itu terus saja mengalir sehingga sayang jika saya tidak menunda menulis sampai hikmah itu lebih worth it […]

Read More

Yang Kamu Sebut Keramaian

Perjalanan ke Wonogiri bersama Fahmi, Mbak Mutia dan Mas Wiwid, saya rasa menjadi perjalanan yang tidak akan pernah saya lupakan. Terlalu banyak inspirasi yang muncul dari perjalanan itu. Mulai dari cerita Fahmi di mobil, menggali hikmah di Rumah Sakit Amal Sehat, mengobrol dengan Ibu Fahmi, semuanya meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Hikmah perjalanan itu bisa […]

Read More