Menitipkan Amanah

“Mi, Bapak-Ibu memasukkan kamu ke pondok bukan karena tidak sayang. Tapi, karena saat ini, Bapak dan Ibu tidak bisa maksimal mengasuh dan memberi kasih sayang. Jadi, untuk sementara waktu, kamu dititipkan dulu di sini. Bapak-Ibu yakin kamu akan dikasihi dan disayangi, karena Bapak-Ibu menitipkan kamu kepada Allaah swt yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi.” Kurang […]

Read More

Harga Menjadi Orangtua

Sejak memutuskan untuk menjadi ayah dua puluh empat jam bagi Rafika, banyak hal yang berubah dalam hidup saya. Mulai dari soal prioritas, jadwal harian, sampai milestone yang saya buat. Ini kali kedua saya mengubah life plan dan milestone kehidupan untuk menyesuaikan kondisi. Yang pertama, ketika saya “mendadak” menikah. Sebenarnya sebelum Rafika lahir, saya dan Dek […]

Read More

Identitas Perempuan

Salah satu hal yang kami sepakati ketika Rafika lahir adalah, kami tidak akan membuatkan lubang di daun telinganya sebagai tempat anting dan sejenisnya alias tindik. Sebuah kesepakatan sederhana bagi kami namun menjadi heboh karena banyak keluarga besar yang menanyakan alasannya. Bahkan, ada yang mengatakan kalau tidak ditindik, nanti bisa jadi tomboi kalau sudah besar. Tapi […]

Read More

Ayah 24 Jam

“Assalaamu’alaikum, Kak Rafika. Ayah pulang, bawa berita gembira buat Kak Rafika. Ayah sekarang bisa jadi ayah 24 jam untuk Kak Rafika.“ Saya pulang dari kampus dengan perasaan bahagia penuh haru. Ya, untuk pertama kalinya, saya merasa begitu bebas dari semua ikatan dan aturan akademik dunia per-koass-an. Dan ini berarti, saya bisa fokus menjadi ayah 24 […]

Read More