Blessing in Disguise

Sabtu, 6 November 2016. Saya sedang berkendara menggunakan mobil pinjaman milik orangtua salah seorang teman Beasiswa Baktinusa untuk menjemput Pembicara Sekolah Tjokro ke bandara. Kebetulan saya adalah ketuanya, dan hari ini panitia banyak yang datang terlambat dan tak bisa dihubungi. Padahal acara harus segera dimulai dan Pembicara belum dijemput. Di tengah chaos itu, meskit terburu-buru, […]

Read More

Sebuah Prolog

Saya tidak tahu tepatnya kapan semua prosesnya bermula. Jika proses pernikahan itu dimulai dari tahap ta’aruf dan diakhiri akad, maka kiranya saya bisa memulai cerita ini dari suatu kejadian absurd pada pertengahan tahun 2016. Tepatnya bulan apa saya kurang paham. Saat itu, saya sedang asyik scroll–scroll dinding akun Ask.fm saya. Tiba-tiba mata saya tertuju pada […]

Read More

Peradaban Dimulai dari Sini

Saya percaya bahwa menikah bukan cuma upaya untuk bermesra dengan halal dan menghasilkan keturunan. Saya selalu percaya bahwa menikah itu adalah perkara membangun peradaban. Katakanlah peradaban itu besar. Tapi dalam konteks keruangan, peradaban boleh jadi tersusun atas negara-negara. Negara tersusun atas provinsi. Provinsi tersusun atas kota atau kabupaten. Kota atau kabupaten tersusun atas kecamatan. Kecamatan […]

Read More

Kaki Tangan Semesta

Meskipun sudah meniatkan diri untuk bersiap menikah, tapi saya tidak pernah menyangka akan secepat ini menjalani proses pernikahan. Bayangan saya, paling tidak, saya akan menikah akhir tahun 2017 setelah wisuda dan masuk ko-ass. Tapi ternyata Allaah menginginkan saya menikah lebih cepat, bahkan sebelum saya seminar proposal skripsi. Allaah begitu mudah menggerakkan hati Abah yang tadinya […]

Read More

Catatan Pasca Karantina Tahfidz #4

“Apabila ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta, dan apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Dan apabila ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari-lari kecil.” (HR. Bukhari, Ahmad, Tarmidzi)             Seperti yang saya bilang di tulisan sebelumnya, 30 hari di karantina tahfidz […]

Read More